Ina Rachman Rendah Hati, Lawyer Ini Justru Jarang Pamer Harta dan Kemewahan – Qnet

ina herawati rachman tersangka Qnet
Spread the love

Ina Rachman – Kemewahan dan advokat seakan tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling berhubungan dan berkaitan. Sehingga, jika mendengar tentang profesi pengacara, maka yang terlintas di benak adalah kemewahan. Mulai dari Hotman Paris, Fredrich Yunadi, Elza Syarif, dan masih banyak lagi.

Namun, dibalik konotasi mewah itu, ada seorang lawyer yang justru tak pernah hadir memamerkan hartanya. Bernama Ina Rachman, publik tentu tidak asing lagi mendengarnya. Perempuan berjilbab ini kerap muncul di media karena mendampingi kasus hukum para artis. Mulai dari Risty Tagor, Elma Theana, David NOAH, Marcella Zalianty, dan masih banyak lagi.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Ia juga merupakan mantan pengacara Nunun Nurbaetie yang kasusnya sangat booming. Tak pernah pamer barang mewah, Ina lebih dikenal sebagai pengacara yang rendah hati. Bahkan, jika ditilik timeline feed Instagramnya, hanya foto-foto kebersamaan dengan orang-orang yang ia sayangi saja yang menghiasi.

Tak hanya itu, unggahannya juga seputar pekerjaan dan nilai-nilai islam yang menggambarkan sosok religius. Berbagai kegiatan sosial juga kerap ia bagikan di media sosial miliknya. Ina Rachman sangat jauh dari kata pamer barang mewah laiknya pengacara kondang lain.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Ina Rachman Tetap Rendah Hati Meski Memiliki Jabatan Tertinggi

Perempuan kelahiran Singapura 44 tahun yang lalu ini sebenarnya layak untuk pamer harta. Pasalnya, ia bukan advokat biasa. Ina merupakan founder dari firma hukum Ina Rachman-Mulyaharja  &Associates. Dengan nama yang tersemat di kantor hukumnya, Ina justru memilih jadi pribadi yang low profile.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Saat ini, ia juga menjabat sebagai pucuk pimpinan yakni managing partner di Maestro Patent International. Sekaligus menjadi kuasa hukum untuk berbagai perusahaan dan instansi penting di Indonesia. Salah satunya, ia dipercaya menjadi advokat untuk APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).

Nama Ina juga identik dengan advokat multidisipliner. Ia memiliki segudang ilmu hukum yang menjadi bekal beracara. Mulai dari hukum pidana, hukum perdata, hukum medis, hukum pasar bebas, hukum perburuhan, hukum kriminal, dan sebagainya.

ina herawati rachman tersangka Qnet

Tak Pamer Mobil Mewah

Pengacara lekat dengan kata mewah. Ina Rachman juga memiliki sejumlah koleksi mobil mewah. Bahkan, terhitung mencapai puluhan jumlahnya. Namun, bagi Ina, mobil tersebut untuk menunjang karirnya. Sebab, pengacara memang profesi yang mementingkan penampilan bersih, rapi, dan meyakinkan.

Meski begitu, Ina tetap rendah hati dengan memilih menggunakan mobil di saat-saat penting saja. Ia jarang menggunakannya saat pergi ke kantor.

Penampilan bagi pengacara memang memiliki pengaruh pada klien dan lawan. Sebab, pengacara harus mempunyai modal untuk bisa meyakinkan orang lain. Penampilan yang meyakinkan akan mudah membuat orang lain percaya pada profesionalitas kerja. Dengan mobil mewah juga merupakan salah satu strategi supaya lawyer tidak diremehkan.

Pengacara sekelas Elza Syarief pun mengakui ada pengacara yang memiliki banyak harta tetapi mempunyai gaya hidup yang wajar. Salah satunya ada pada Ina Rachman. Ia lebih memilih menjadi pribadi yang humble dan tak senang pamer harta.

Lebih Senang Menikmati Kesuksesan dengan Berbagi

Kesuksesan, bagi sebagian lawyer dinikmati dnegan gaya hidup mewah. Contohnya dengan melakukan liburan ke luar negeri berulang kali, belanja barang mewah, pamer mobil mewah, dan masih banyak lagi.

Namun, perempuan bernama lengkap Ina Herawati Rachman ini tidak melakukan hal tersebut. Ia lebih memilih beribadah umrah ke baitullah sebagai pengganti jalan-jalan ke luar negeri. Ia mengganti berbelanja barang mewah dengan sederet aktivitas sosial seperti membantu korban bencana, memberikan ilmu pada yang membutuhkan, serta bersilaturahmi bersama sahabat dan keluarga.

Mobil mewah hanya perantara untuk profesionalitas kerja. Ia benar-benar enggan menggunakannya sebagai ajang pamer. Ia lebih fokus pada masalah-masalah sosial di sekitarnya. Terlebih yang berhubungan dengan isu-isu perempuan.

Saking konsentrasinya Ina pada dunia perempuan, ia kerap dijuluki sebagai advokat spesialis perempuan tertindas. Perempuan yang juga pernah mengalami ketidak adilan dalam rumah tangga ini, tidak ingin ada perempuan lain yang mendapatkan perlakuan sama.

Sehingga, Ina sangat peduli pada sesama perempuan. Bahkan, menurut beberapa sumber, Ina membebaskan biasa pendampingan hukumnya untuk kasus perceraian. Bagi Ina, perceraian adalah musibah dan ia murni membantu dalam hal ini. Perempuan rendah hati ini tidak menuntut biaya sepeser pun dalam hal pengabdian pada sesama perempuan.

Sumber: https://gaya.tempo.co/read/1054968/gaya-pengacara-harus-mewahini-kata-hotman-paris-dan-elza-syarief

Tagged , , ,